Petualangan di Pekanbaru
Kamis, 16 Mei 2013
0
komentar
Telpon dari BAAK kampus membuat saya shock. Bagaimana tidak, lomba Olimpiade Nasional MIPA tingkat Kopertis yang semula diundur sampai tanggal yang entah berantah dan membuat saya pesimis untuk ikut lomba tersebut tiba-tiba di suruh berangkat dengan kondisi yang tidak belajar dan tidak mapan biologi sama sekali.
Semula saya berniat mengundurkan diri karna kondisi yang tidak memungkinkan, namun melihat semangat pembina saya yang sangat berkoar-koar akhirnya saya mengutuskan untuk tetap ikut lomba. Saya beserta 3 orang cewek perkasa lainnya akan berangkat ke Pekanbaru tanpa dosen pendamping dan tanpa orang yang tahu tentang Pekanbaru. Kami hanya dibekali uang jajan Rp. 100.000,- per orang serta uang transport bandara hotel Rp.100.000,-. Yang lebih mengagumkan lagi uang makan sebanyak Rp. 10.000,- . Oooh, kampus tercinta .... UIB ....
Semula saya berniat mengundurkan diri karna kondisi yang tidak memungkinkan, namun melihat semangat pembina saya yang sangat berkoar-koar akhirnya saya mengutuskan untuk tetap ikut lomba. Saya beserta 3 orang cewek perkasa lainnya akan berangkat ke Pekanbaru tanpa dosen pendamping dan tanpa orang yang tahu tentang Pekanbaru. Kami hanya dibekali uang jajan Rp. 100.000,- per orang serta uang transport bandara hotel Rp.100.000,-. Yang lebih mengagumkan lagi uang makan sebanyak Rp. 10.000,- . Oooh, kampus tercinta .... UIB ....
Minggu pagi, kami diantar oleh driver kampus menuju bandara Hang Nadim, and you know what. Gelap, mendung, dingin, badai.... Sontak saya merinding disko ketika dalam kondisi cuaca seperti itu saya bersama ketiga teman cewek saya akan menembus badai bersama sang burung besi. Komat kami saya memohon keselamatan dari sang Pencipta. Buuusssh, kami pun mengudara. Kaki saya keringat dingin sepanjang perjalanan melawan badai, dan akhirnya kami terbang dengan ketinggian yang ga tau berapa dan kondisi cuaca pun membaik. Thankkss Godddd.
Taraaaa, welcome to Pekanbaru. "Okeeh tiga wanita perkasa, mari kita beraksi." Saat itu ada saya yang mewakili kampus untuk lomba bidang Biologi, ada Susan jurusan TE mewakili Fisika, ada adik Lina jurusan TE mewakili Kimia dan ada Adelia jurusan TE yang mewakili Matematika. Kami berempat adalah wanita-wanita yang lolos seleksi tingkat kampus untuk bidang masing-masing.
Tanpa basa basi, kami segera mencari tampang supir taksi yang menyakinkan untuk mengantarkan kami selamat sampe hotel tujuan. "Okee, baik.. bapak ini saja guys." Usung Susan sebagai ketua jalan. Setibanya di Hotel, kami harus terpisah karna 1 kamar hanya diperbolehkan diungsi oleh 3 orang. Susan mengutuskan untuk berpisah kamar dengan kami.
Setelah kemas, mandi, cacing di perut mulai saltoo. Yupss, kami semua hungreeeh.
Tok-tok-tok. "Susan, cari makan yook" Teriak kami bertiga.
"iyaa, yuk masuk dulu. ini ada temen kita dari Jambi, pina" Jawab Susan sembari mengenalkan kami kepada mahasiswi dari Jambi tersebut.
Dan you know what, ternyata temen dari Jambi ini saingan saya.
Seusai basa-basi kami pun berkenalan dengan teman dari Jambi lainnya beserta Dosen pendampingnya, kami pun beranjak keluar hotel.
"cari makan dimana yaa ?? Laper berat sumpee" Isak saya.
"eh, nooh, ada rumah makan padang. ke sana yok" Ujar Pina.
Setelah duduk dan makan di rumah makan padang tersebut, kami mengutuskan untuk berpetualang di Kota Pekanbaru. Yiiiphiii, kami naik angkot meen. Ahahaha. Tujuan pertama kami adalah mall, padahal pengennya ke tempat wisata bersejarah. Tapi yaa, waktu plus transportasi ga memadai jadinya kami cuma ke mall Pekanbaru dan sekelilingnya
Di mall, cuma bisa beli oleh-oleh buat para bos tercinta. Tapi berbeda dengan susan, dia borong buku diskon di Gramed. Pulang jadi bawa banyak buku deh :D
Setelah hampir dua jam plongak plongok di mall sembari membeli perlengkapan makan dan cemilan buat belajar ntr malem, kami mengutuskan pulang ke hotel. Di hotel, kami segera mandi lagi, makan kemudian baru belajar. Berjuang trus ngemil bareng-bareng. Salutnya sih sama adik Lina belajar dari jam 6 malem sampe jam 11 malem. Saya sama Adel jam 9 udah ngorok pules gara-gara kecapean.
Esok paginya kami menghadiri upacara pembukaan lomba On Mipa tingkat Kopertis X. Setelah itu bersiap melototi soal-soal yang harus kami jawab dengan benar dan teliti. Dan saya adalah peserta yang shock, mungkin sangat shock. Karna saat pembinaan saya diarahkan untuk menjawab soal pilihan ganda, namun ternyata soalnya tidak ada sedikit pun pilihan ganda. Howwwow, saya benar-benar harus menguras ingatan saya.
Sesi 1 selesai dengan muka dan otak yang hampir mengeluarkan asap. Sebelum sesi kedua saya bergegas kembali ke kamar dan belajar lebih keras untuk menjawab soal biologi dengan bentuk soal isian dan essay tersebut. Dan sesi kedua pun bisa saya lewati dengan mulus, tentunya berkat Pertolongan dari yang Diatas. Thanks God.
Sesi 1 selesai dengan muka dan otak yang hampir mengeluarkan asap. Sebelum sesi kedua saya bergegas kembali ke kamar dan belajar lebih keras untuk menjawab soal biologi dengan bentuk soal isian dan essay tersebut. Dan sesi kedua pun bisa saya lewati dengan mulus, tentunya berkat Pertolongan dari yang Diatas. Thanks God.
Next day, sesi ketiga dan keempat. Saya mendapat pengalaman soal dari sesi 1 dan sesi 2 sehingga malam sebelum sesi ketiga saya belajar sampe ikat kepala dari jam 6 sampe jam 11 malem kemudian subuhnya saya belajar dari jam setengah 5 sampe jam 7. Cukup membuat otak saya rada gosong sih :D. Sesi ketiga dan keempat saya menilai saya bisa menjawab soal-soal tersebut, harus optimis dong :) walaupun saingannya ya emang bener-bener orang yang lagi pendidikan biologi, cuma saya sendiri yang nyasar. Mahasiswi Sistem Informasi kok ikut olimpiade Biologi. Aaah, ya sudahlah saya malah seneng kalo saya diremehkan. :).
Seusai sesi 4, kami bergegas meninggalkan hotel menuju bandara karna pesawat yang keburu mengudara klo kami berleha-leha di hotel. Di sepanjang perjalanan menuju ke Bandara, kami cuma bisa melihat ke sisi sisi jalan untuk melihat bangunan-bangunan yang terdapat di Kota Pekanbaru. Sedih banget ga bisa nyentuh wisata di Pekan. :'(. Tapi ya sudahlah, kami hanya berharap kami bisa lolos dan lanjut tingkat nasional yang rencananya akan diadakan di Kota Yogyakarta. Kota yang lebih fenomenal lagi. Semoga kami bisa melanjutkan petualang di Kota tersebut. Semangaaat :)


