FC Barcelona Mei 2013

WISATA BANDUNG, KUNO HINGGA MODERN

Posted by Tari Jumat, 24 Mei 2013 0 komentar

     Woow, Bandung. Kota Spektakuler dengan wisata yang khas, terkenal dengan makanan yang ala ala pasundan, sejarah yang kental dan suhu nya yang dingin padahal Negara kita terkenal dengan iklim Tropisnya. Bandung merupakan tujuan kota yang ingin saya jelajahi dan tentunya secara gratis. Setelah pupus harapan menjelajahi Kota Jogjakarta karna tidak lolos Tahap III Olimpiade Biologi Nasional, saya berharap kali ini bisa menginjakan kaki di Kota Bandung, Kota yang terkenal dengan eneng-eneng serta akang-akangnya yang geulis geulis dan tjakep tersebut.

     Destinasi yang membuat saya tertarik dengan Kota yang satu ini adalah Tempat wisata yang mengandung nilai sejarah yakni Tangkuban Perahu. Gunung yang terkenal dengan legenda dayang sumbi dan sangkuriang ini memiliki kualitas pemandangan yang menakjubkan serta suhu udara yang sangat dingin bagi wisatawan yang tinggal di daerah tropis. Tidak lupa juga bau khas berelang yang akan tercium selama berada di Kawasan Wisata yang satu ini. Wisata yang ditawarkan cukup beragam. Jika tidak ingin lelah berkeliling di kawasan spektakuler ini, kita dapat memakai jasa kuda untuk mengelilingi tempat ini. Menunganggi kuda akan menjadi pengalaman pertama saya jika saya kesampean ke sana. 


                                          Tangkuban Perahu (www.tripadvisor.com)

     Haus akan wisata sejarah tentang Bandung, saya harus mendatangi Monumen yang dapat bercerita tentang peristiwa pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha yakni Monumen Bandung Lautan Api yang merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.


                                         Bandung Lautan Api (apartmentinbandung.blogspot.com)

     Next, saya ingin menginjakan kaki ke tempat yang bernama Jalan Asia Afrika. Katanya tempat ini merupakan sebuah kota yang masih berdesign zaman dahulu serta dilengkapi dengan sebuah museum yang menceritakan perjalanan panjang sebuah sejarah dunia yaitu Konferensi Asia Afrika. Tempat ini akan menambah wawasan saya dalam bidang Sejarah terutama yang berhubungan dengan sejarah Konferensi Asia Afrika sendiri. Tempat ini dapat dijangkau dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum.


                                          Museum Asia Afrika (www.bandungtourism.com)


     Tempat wisata sejarah selanjutnya adalah Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Museum ini berisikan senjata-senjata yang digunakan pada zaman dahulu. Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalui benda-benda yang ditinggalkannya. Menarik bukan melihat senjata-senjata unik yang hanya ada pada zaman peperangan. Museum ini terletak di Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.

                  Senjata di dalam Museum Mandala Wangsit Siliwangi (www.indonesiakaya.com)


     Mau lihat bangunan unik dengan design ala ala Belanda yang anggun mempesona, serta memiliki gaya arsitektur yang unik, dan gigantik, saya harus mengunjungi Gedung Sate Bandung yang merupakan Kantor Gubernur Jawa Barat. Bangunan gedung ini dirancang arsitek Ir J. Berger dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negeri Belanda. Dibutuhkan tenaga hingga 2.000 orang pekerja. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian lebih populer dengan “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen berbentuk jambu air. That’s Unique, Just Bandung Have this guys.


                                             Gedung Sate (www.disparbud.jabarprov.go.id)



     Monumen yang bisa mendongeng tentang perjuangan rakyat Jawa Barat, yuuk cuss harus ke  Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate, terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia. Mungkin gara-gara Monumen ini di namakan Perjuangan Rakyat kali ya makanya Monumen ini selalu menjadi titik berkumpulnya massa kalau mau demo.


                              Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (www.goindonesia.com)



     Kalo udah ke Monumen Sate sama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat nanggung rasanya kalo belum ke Museum Pos Indonesia Bandung. Lokasinya ga jauh-jauh kok  dari gedung Sate. Di Museum ini katanya kita dapat melihat koleksi – koleksi perangko dari berbagai Negara. Keren kan, ga perlu jauh-jauh ke luar negeri buat sekedar tahu dan ngelihat perangko yang asli pake mata sendiri.



                                            Kotak Pos (travel.detik.com)


     Satu lagi tempat wisata sejarah yang saya tahu dan tertarik untuk mengunjungi yakni Museum Geologi Bandung. Di sini kita bisa lihat aneka fosil-fosil yang ditemukan di Kota Bandung, Batu-batuan, mineral dan lain-lain.



                                                          Museum Geologi (travel.detik.com)


     Setelah puas menjelejahi wisata sejarah di Kota Bandung, harus kudu wajib datang dan menikmati Trans Studio Bandung yang bertempat di Jalan Gatot Subroto No. 289 Bandung. Habis melihat yang kuno – kuno untuk merawat ingatan tentang sejarah salah satu Kota Indonesia, kemudian bermain di Trans Studio Bandung untuk melihat kecangihan teknologi di era sekarang. Untuk masuk ke Kawasan wisata ini hari Senin – Jum’at kita harus meronggoh kocek sebesar Rp. 150.000,- per orang sedangkan untuk weekend kita harus meronggoh kocek lebih dalam lagi yakni Rp. 250.000,-. Menurut saya itu adalah harga yang standar dibandingkan jika anda ingin memasuki wahana seperti Universal Studio dengan harga hampir Rp.600.000,- per orang. Untunglah saya pernah masuk ke sana dengan gratis. Trans Studio Bandung ini terkenal dan terbesar di dunia dengan 20 wahana permainan fantasis dan bertaraf Internasional. Beberapa hari yang lalu saya baru saja pulang dari Singapore menikmati Wahana bermain Universal Studio yang terkenal Se-Asia Tenggara. Kira-kira apa yang membuat wahana di Trans Studio Bandung memiliki nilai jual lebih terutama di mata masyarakat di Kota Batam ?  yang saya tau pasti, Trans Studio Bandung memiliki kawasan yang lebih luas dari Universal Studio. Kemudian Trans Studio Bandung menyajikan wahana-wahana yang lebih bersifat scientist dan edukasi, dimana selain bermain pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan, berbeda dengan Universal Studio yang hanya sekedar have fun.




                             Peta Trans Studio (www.transstudiobandung.com)


     Di Trans Studio Bandung juga kita akan lebih mengenal Budaya Indonesia karna adanya pertunjukkan Tradisional berbasis modern di Kawasan Wisata ini. Hmm, saya jadi tertantang untuk mencoba kawasan theme park milik Indonesia yang satu ini. Semoga tercapai deh. :)

Lanjut baca ....

Karya Tulisku Membawaku Ke Kupang, NTT

Posted by Tari Kamis, 23 Mei 2013 0 komentar
   Siang itu saya mendapatkan SMS dari salah satu panitia Lomba Karya Tulis Sejarah tingkat Nasional bahwa saya lolos menjadi finalis dan minggu depan harus berangkat ke Kota Kupang untuk menjalani seruntunan acara yang telah disusun. Tentu saja hari itu saya merasa tengah bermimpi di siang bolong. Terang saja, saya membuat karya tulis itu dengan hati yang pesimis, hanya mengharap sertifikat lomba tersebut.

   Segera saya mengkonfirmasi pemberitahuan tersebut ke BPKA. Saat itu sempat menghadapi kesulitan karna BPKA tengah sibuk mengurus ospek mahasiswa baru dan saya hampir terabaikan. Namun setelah e-tiket serta susunan acara telah dikirim oleh panitia ke email saya, semua masalah pun terselesaikan.

   Tibalah saat dimana saya harus berangkat dengan baju seadanya. Persiapan seadanya karna pemberitahuan yang mendadak. Serta saya juga harus meninggalkan mahasiswa baru yang menjadi tanggung jawab saya saat ospek di kampus. Sesampainya di Hang Nadim saya segera check in. Dan terbang menuju kota Kupang.

   Saya mengalami transit di Surabaya selama 1 jam. Ini pertama kalinya saya mengalami perjalanan transit. Sehingga saat itu saya mengalami kebingungan bahkan hampir ketinggalan pesawat. Untung saja ada satpam yang baik hati menjelaskan semua prosedur transit yang berlaku. Dalam pesawat saya melihat empat orang anak muda yang tampak bersahabat. Cowok yang hanya satu dari mereka ini tiba-tiba saja pindah kursi ke depan saya. Dia menorehkan senyum dibibirnya. Ntah mengapa saya merasa dia adalah salah satu peserta yang panitia sebutkan sewaktu menelpon saya. Ada empat peserta lain yang berasal dari padang, jambi serta solo. Dan seharusnya saya berjumpa dengan mereka saat di bandara Juanda tadi.

   Satu jam lebih sang burung besi telah terbang melintasi luasnya lautan Indonesia, pulau demi pulau kami lewati. Ini merupakan perjalanan yang paling jauh yang pernah saya alami. Setibanya di Bandara Kupang yakni El-Tari, saya berjumpa dengan bapak-bapak yang tengah memegang kertas dengan tulisan “PENTAS KUPANG”. Saya pun dengan segera menghampiri, “Pak, saya salah satu peserta Pentas, apakah kita bisa berangkat ke hotel sekarang ?” Tanya saya kepada Bapak itu. “Sebentar, kita orang lagi nunggu empat peserta lagi nona.” Jawab bapak itu. “Baiklah pak” Ucapku dengan muka letih. Setelah hampir 15 menit menunggu akhirnya keempat peserta tersebut datang juga. Setelah melihat wajah mereka, sontak dalam hati berkata “Tuh kan, benar feeling aku, mereka juga peserta.”

   Sesampainya di hotel, kami disambut oleh panitia Pentas. Menikmati makan malam sembari berkenalan satu sama lain. “Kamu dari mana ?” Tanya salah satu dari mereka. “Perkenalkan nama saya sama kayak bandara Kupang, Tari. Saya dari Batam, kampus saya UIB.” Jawabku . “Oh, Perkenalkan aku Ana, ini Doni, ini kak Linda, dan Ini kak Aas.” Jawabnya sambil menunjuk satu-satu dari mereka. Selesai makan, kami pun menuju kamar kami masing-masing. Dan saya sekamar dengan kak Ana. Banyak hal yang perlu untuk saya kagumi dari sosok kak Ana, seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang mengambil jurusan Pendidikan sejarah. Malam itu, kami sibuk menceritakan tentang hidup kami masing-masing. Saat saya memegang tanganya, keras bagaikan kayu. Sontak saya bertanya, “Kak, kok tangan kakak keras banget ?” “Iya dek, ini tangan palsu, kakak mengalami kecelakaan saat masih kecil dan kecelakaan itu mengharuskan kakak untuk kehilangan tangan kiri kakak. Ungkap kak Ana.

   Keesokan harinya, Teman-teman yang berasal dari Jakarta, bandung dan sekitarnya datang menyusul. Pagi itu juga kami saling berkenalan. Malam harinya, kami datang ke aula El Tari untuk menghadiri perjamuan makan malam dari pemerintah setempat. Disana kami dapat merasakan makanan khas Kupang yang selalu berbau jagung serta daging asap yang mengoyang lidah. Hhhmmmm, yummy. Saat malam perjamuan tersebut juga kami bisa menikmati indahnya alunan musik yang dimainkan dengan Sasando.



                                                Foto Bersama Seluruh Pesertadi Aula El Tari

Hari kedua, kami menghadiri dialog interaktif yang bertemakan sejarah di salah satu Universitas ternama di Kupang Yakni Universitas Nusa Cendana. Saat itu dialog interaktif dibagi menjadi 2 sesi yakni Sesi I: Dialog Interaktif Kesejarahan
1.    Prof.Dr. Taufik Abdullah, Nusa Tenggara Timur dalam Panggung Sejarah Nasional
2.    Prof. Dr. Susanto Zuhdi, Kupang: Pengasingan Para Pejuang dan Simpul Ke-Indonesia-an (Kasus H. Datuk Batuah, Aceh, Dipati Amir Bahren, Bangka, dan KH. Abdussalam, Banten)
3.    Prof. Dr. I Ketut Ardhana, Dinamika Penataan Nusa Tenggara Timur Pada Masa Kolonial dan Masa Kini: Mengelola Keragaman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Moderator:
      Bapak Melky Taneo
Sesi II:  Dialog Budaya
Tema: Sasando, Dulu, Kini, dan Akan Datang
Pembicara:
1. Drs. Johny Thedenz
2. Nyongky Welvaart
3. Drs. I Made Purna, M. Si
Moderator: Drs. Leonardus Nahak, M.A
   
   Sehabis Dialog Interaktif, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Budaya Kupang serta Museum Kupang. Di Taman budaya Kupang, saya dapat melihat karya seni dari anak-anak Kupang yang berbentuk lukisan serta peninggalan-peninggalan Kupang. Tak lupa juga, kami disajikan dengan tari-tarian khas Kupang serta permainan alat musik Sasando. Sehabis Taman budaya, kami pun melanjutkan perjalanan ke Museum kupang. Saat itu sudah sore, dan hari mulai gelap. Kami disambut dengan jamuan makan malam yang kembali berbau jagung, dan itu sangat nikmat sekali. Ternyata jagung dapat diolah menjadi makanan yang gurih, pedas, dan lain-lain. Setelah makan, kami pun melihat-lihat isi museum serta melihat ritual jagung yang dilakukan di museum saat itu. Ritual ini bertujuan untuk meminta berkah panen jagung pada sang dewa. Mistis memang, tapi inilah budaya Kupang.


                                                                Taman Budaya Kupang



                                                               Museum Sejarah Kupang

   Jam 21.00 WITA, kami sampai di hotel dan segera istirahat. Terutama beberapa dari kami harus take off besok subuh. Sedih bagi saya ketika mendapat peringatan untuk tidur lebih awal agar tidak ketinggalan pesawat dari panitia. Malam itu adalah malam terakhir para peserta yang tidak lolos mengikuti tahap Lomba karya sejarah selanjutnya. Malam itu juga, para peserta mendapatkan sertifikat serta uang jajan untuk membeli oleh-oleh.
 
   Malam itu saya tidak dapat tidur dengan tenang, setelah membereskan semua baju. Saya naik ke atas hotel. Memandangi langit Kupang dimalam hari. Mitosnya, sering terjadi bintang jatuh di langit malam Kupang. Lama melihat ke atas, leher saya merasakan pegal. Akhirnya saya menyerah dan kembali ke kamar dengan raut muka yang sedih. Sayang sekali, saya tidak bisa melihat bintang jatuh di Kota Kupang ini.

   Keesokan subuhnya, saya kesiangan bangun. Ternyata jam handphone saya masih menunjukkan waktu WIB, bukan WITA. Sedangkan WITA, 1 jam lebih cepat dari WIB. Akhirnya, tanpa mandi saya langsung bergegas ke bandara. Panitia cemas kami ketinggalan pesawat. Setelah duduk di kursi penumpang. Saya pun menghela nafas lega. “Syukurlah, ga jadi warga tetap Kupang” Bisik dalam hati. Sesampainya di Bandara Juanda, saya beserta peserta yang lain yakni kak Linda harus berpisah. Karna kak Linda akan menaiki pesawat yang berbeda untuk terbang ke Jambi. “Bye bye kak linda, semoga kito jumpo lagi yo kak” Teriaku di pintu transit.
  
“Selamat Datang di Bandara Hang Nadim.” Thanks God, Pengalaman yang tidak terlupakan. Mengunjungi kota paling timur Negara Indonesia, dengan sejuta keindahan alam serta budayanya. Saya adalah orang yang beruntung bisa menginjakan kaki ke kota Kupang dengan gratis.
Ayoo, teman-teman. Rajinlah menulis. Maka tulisanmu akan menerbangkanmu ke seluruh tempat yang kamu mau. Cheerss buat penulis-penulis muda.


Lanjut baca ....

Singapore, Ride The Movie

Posted by Tari 0 komentar
   Yihaaa, saya adalah salah satu yang beruntung menjadi duta UIB dan mendapatkan hadiah jalan-jalan gratis ke Singapura dan Universal Studio. Yup, saya emang free travel hunter :D. Pagi-pagi buta, sang pangeran tengah siap menjemput saya di bawah kost an. Dengan mata sayup-sayup saya segera turun, menerjang udara pagi untuk mencari sarapan bersama kuda besi.
 
   Seusai sarapan, saya diantar ke kampus untuk mulai berpetualang. Ya, saya bersama 8 orang duta beruntung yang terpilih. Tiket yang dipesan oleh kampus akan berangkat jam 7.20 WIB dan jam 7.00 WIB kami sampai di Pelabuhan. Kami berangkat menggunakan jasa angkutan ferry.

                                                                      Tiga Duta Cewek

   And finally kami sampai di Pelabuhan Habour Front. Kesampean juga deh gunain paspor saya yang udah lama dibuat tp ga digunain karna berharap gratisan. Kesampeaaan meen :D Next, kami menaiki tram (monorel) untuk mencapai Universal Studio di Waterfront. And then, welcome to Universal Studio guys.

 Universal Studio

   Sesampainya di Universal, kami memulai petualangan kami di wahana pertama yang spektakuler yakni wahana Transformer. Amazing, kita emang serasa ada didalam movie Transformer dengan menaiki sejenis mobil dan memakai kacamata 3D, saat jatuh berasa jatuh, saat panas ada hawa panas, kereen deh. Diwahana ini ngantri nya wow, sekitar 30 menitan men berdiri sampe pegel-pegel. Tapi itu semua terbayar dengan pertunjukkan transformer yang satu ini.

                                                                 Transformer Queue


   Next, kami menaiki wahana Roller coaster yang membuat saya nangis tapi seru dan ga mau naik buat kedua kalinya. Cukuuup sport jantungnya :D

                                                                             Ampun DJ

   Okeeh, kita sekarang lanjut ke Wahana Jurassic Park. Di wahana ini ada banyak sub sub wahana nya siih. Tapi pilihan kami adalah wahana ini. Lupa apa namanya, intinya wahana ini yang bikin kami basah kuyup tapi keren. Dengan menaiki satu boat yang berisikan 9 orang yang duduk secara melingkar kemudian kami dibawa oleh arus air untuk melihat dinosaurus - dinosaurus yang tampak nyata mulai dari suara, gerakan, dan pastinya cipratan air nya. Yang bikin basah itu, saat boat kami ditarik naik ke atas kemudian jatuh dan menembus air. Bussssh, kami basah semua :D

                                                                       Jurassic Park
                                                               

   Jam menunjukkan waktunya makan siang, saat saya melihat harga makanan yang ditawarkan saya mengurungkan niat untuk makan di tempat ini. Untung saja udah ada persiapan cemilan yang saya bawa dari Indonesia. Sembari menunggu mereka selesai makan, saya berkeliling bersama teman saya kristie ke Far Far Away. Tempat ini surga nya para penggemar Sherk.

                                                                   Far Far Away Building

    Setelah 1 jam berkeliling, kami pun menemui mereka di salah satu tempat makan di Universal. Setelah lama menunggu yang lain kelar bermain di wahana egypt ancient *wahana yang belum aku sentuh :'(* kami mengutuskan untuk bermain di wahana Jurassic Park yang lainnya. Wahana ini seperti Roller Coaster, kami menyangka wahana ini akan santai saja tapi ternyata hanya awalnya saja santai selanjutnya kami menghujani wahana ini dengan lengkingan teriakan kami :D Setelah menaiki wahana tersebut, kami menaiki wahana yang seperti burung di dinoasaurus. Ga tau apa namanya. Wahana ini dijamin bener santai. Burung yang kita naiki ini mempunyai tombol yang jika dipencet maka burung aka berputar dan melayang, jika tidak maka burung yang kita tunggangi hanya akan keliling di bawah saja. Fuun :)


                                                                     Dinosaorin Area


   Wahana selanjutnya yang kami jelajahi adalah kembali ke Far Far Away, kali ini tidak hanya berkeliling saja. Kami masuk ke wahana yang disodori dengan kacamata 3D lagi. Kemudian didalam gedung yang gede itu kami disuguhi dengan pertunjukkan kotak-kotak boneka. Ga jelas juga sih awalnya. Saya sempat binggung. Jadi disodorin kacamata 3D hanya buat nonton percakapan boneka-boneka kotak aja. Ternyata tidak pemirsa. Setelah percakapan mereka selesai, tiba-tiba pintu menuju ke Studio tempat dimainkannya film 5D tentang sherk dibuka. Wow, ni studio gede amat yaa ? dan petualangan Shrek pun dimulai. Layar yang gede banget beserta efek-efek yang wow. Kalo lagi di kuda, kursi jadi goyang-goyang, efek yang ga aku senengi ya cipratan air. Lagi ngangak eh dicipratin air. Keminum deh tuh cipratan -___- yang bikin geli juga waktu di layar ada adegan laba-laba nya eh di bawah kursi ada yang gelitikin kaki gitu. Sontak shock dan ga berani nurunin kaki lagi :D
   Next wahana, Madagaskar. Im love it Move it Move it :D . Wahana ini pake boat dan dijalankan dengan arus air juga. Dan seperti biasa ada cipratan air lagi. Di wahana ini hampir sama kayak Jurassic Park. Cuma boatnya yang lebih unik, trus ada pertunjukkan tokoh Madagaskarnya. Keren deeh. Mereka serasa nyata banget.


                                                                     Madagaskar Area

   Kami melanjutkan petualangan ke wahana Sesame Street 123, kemudian memasuki wahana Pembuatan film yang disuguhi dengan bagaimana pembuatan efek-efek di dalam sebuah film. Seru juga wahana ini, keren deh pokoknya :D Kami mengakhiri perjalanan kami dengan melihat karnaval yang selalu mereka lakukan menjelang sore hari. Woow, Amazing deh. Keren.


                                                                         Karnaval

   Tampang tampang 5L pun menghiasi wajah kami. Waktu menunjukkan pukul 18.00 waktu Singapura. Akhirnya kami mengutuskan untuk pulang setelah puas berfoto-foto bersama. Menaiki monorel lagi untuk mencapai Habour front and Bye bye Singapur. Negara yang keren, canggih, berkembang dan mahal. Semoga ada rezeki buat main ke sini lagi yaah :)


                                                               What a amazing day !!!


Lanjut baca ....

Petualangan di Pekanbaru

Posted by Tari Kamis, 16 Mei 2013 0 komentar
   Telpon dari BAAK kampus membuat saya shock. Bagaimana tidak, lomba Olimpiade Nasional MIPA tingkat Kopertis yang semula diundur sampai tanggal yang entah berantah dan membuat saya pesimis untuk ikut lomba tersebut tiba-tiba di suruh berangkat dengan kondisi yang tidak belajar dan tidak mapan biologi sama sekali.

    Semula saya berniat mengundurkan diri karna kondisi yang tidak memungkinkan, namun melihat semangat pembina saya yang sangat berkoar-koar akhirnya saya mengutuskan untuk tetap ikut lomba. Saya beserta 3 orang cewek perkasa lainnya akan berangkat ke Pekanbaru tanpa dosen pendamping dan tanpa orang yang tahu tentang Pekanbaru. Kami hanya dibekali uang jajan Rp. 100.000,- per orang serta uang transport bandara hotel Rp.100.000,-. Yang lebih mengagumkan lagi uang makan sebanyak Rp. 10.000,- . Oooh, kampus tercinta .... UIB ....

    Minggu pagi, kami diantar oleh driver kampus menuju bandara Hang Nadim, and you know what. Gelap, mendung, dingin, badai.... Sontak saya merinding disko ketika dalam kondisi cuaca seperti itu saya bersama ketiga teman cewek saya akan menembus badai bersama sang burung besi. Komat kami saya memohon keselamatan dari sang Pencipta. Buuusssh, kami pun mengudara. Kaki saya keringat dingin sepanjang perjalanan melawan badai, dan akhirnya kami terbang dengan ketinggian yang ga tau berapa dan kondisi cuaca pun membaik. Thankkss Godddd.

    Taraaaa, welcome to Pekanbaru. "Okeeh tiga wanita perkasa, mari kita beraksi." Saat itu ada saya yang mewakili kampus untuk lomba bidang Biologi, ada Susan jurusan TE mewakili Fisika, ada adik Lina jurusan TE mewakili Kimia dan ada Adelia jurusan TE yang mewakili Matematika. Kami berempat adalah wanita-wanita yang lolos seleksi tingkat kampus untuk bidang masing-masing.

    Tanpa basa basi, kami segera mencari tampang supir taksi yang menyakinkan untuk mengantarkan kami selamat sampe hotel tujuan. "Okee, baik.. bapak ini saja guys." Usung Susan sebagai ketua jalan. Setibanya di Hotel, kami harus terpisah karna 1 kamar hanya diperbolehkan diungsi oleh 3 orang. Susan mengutuskan untuk berpisah kamar dengan kami.

    Setelah kemas, mandi, cacing di perut mulai saltoo. Yupss, kami semua hungreeeh. 
 Tok-tok-tok. "Susan, cari makan yook" Teriak kami bertiga.
"iyaa, yuk masuk dulu. ini ada temen kita dari Jambi, pina" Jawab Susan sembari mengenalkan kami kepada mahasiswi dari Jambi tersebut.
Dan you know what, ternyata temen dari Jambi ini saingan saya.

  Seusai basa-basi kami pun berkenalan dengan teman dari Jambi lainnya beserta Dosen pendampingnya, kami pun beranjak keluar hotel.
"cari makan dimana yaa ?? Laper berat sumpee" Isak saya.
"eh, nooh, ada rumah makan padang. ke sana yok" Ujar Pina.

   Setelah duduk dan makan di rumah makan padang tersebut, kami mengutuskan untuk berpetualang di Kota Pekanbaru. Yiiiphiii, kami naik angkot meen. Ahahaha. Tujuan pertama kami adalah mall, padahal pengennya ke tempat wisata bersejarah. Tapi yaa, waktu plus transportasi ga memadai jadinya kami cuma ke mall Pekanbaru dan sekelilingnya
Di mall, cuma bisa beli oleh-oleh buat para bos tercinta. Tapi berbeda dengan susan, dia borong buku diskon di Gramed. Pulang jadi bawa banyak buku deh :D



   Setelah hampir dua jam plongak plongok di mall sembari membeli perlengkapan makan dan cemilan buat belajar ntr malem, kami mengutuskan pulang ke hotel. Di hotel, kami segera mandi lagi, makan kemudian baru belajar. Berjuang trus ngemil bareng-bareng. Salutnya sih sama adik Lina belajar dari jam 6 malem sampe jam 11 malem. Saya sama Adel jam 9 udah ngorok pules gara-gara kecapean.

   Esok paginya kami menghadiri upacara pembukaan lomba On Mipa tingkat Kopertis X. Setelah itu bersiap melototi soal-soal yang harus kami jawab dengan benar dan teliti. Dan saya adalah peserta yang shock, mungkin sangat shock. Karna saat pembinaan saya diarahkan untuk menjawab soal pilihan ganda, namun ternyata soalnya tidak ada sedikit pun pilihan ganda. Howwwow, saya benar-benar harus menguras ingatan saya.

   Sesi 1 selesai dengan muka dan otak yang hampir mengeluarkan asap. Sebelum sesi kedua saya bergegas kembali ke kamar dan belajar lebih keras untuk menjawab soal biologi dengan bentuk soal isian dan essay tersebut. Dan sesi kedua pun bisa saya lewati dengan mulus, tentunya berkat Pertolongan dari yang Diatas. Thanks God.



   Next day, sesi ketiga dan keempat. Saya mendapat pengalaman soal dari sesi 1 dan sesi 2 sehingga malam sebelum sesi ketiga saya belajar sampe ikat kepala dari jam 6 sampe jam 11 malem kemudian subuhnya saya belajar dari jam setengah 5 sampe jam 7. Cukup membuat otak saya rada gosong sih :D. Sesi ketiga dan keempat saya menilai saya bisa menjawab soal-soal tersebut, harus optimis dong :) walaupun saingannya ya emang bener-bener orang yang lagi pendidikan biologi, cuma saya sendiri yang nyasar. Mahasiswi Sistem Informasi kok ikut olimpiade Biologi. Aaah, ya sudahlah saya malah seneng kalo saya diremehkan. :).



   Seusai sesi 4, kami bergegas meninggalkan hotel menuju bandara karna pesawat yang keburu mengudara klo kami berleha-leha di hotel. Di sepanjang perjalanan menuju ke Bandara, kami cuma bisa melihat ke sisi sisi jalan untuk melihat bangunan-bangunan yang terdapat di Kota Pekanbaru. Sedih banget ga bisa nyentuh wisata di Pekan. :'(. Tapi ya sudahlah, kami hanya berharap kami bisa lolos dan lanjut tingkat nasional yang rencananya akan diadakan di Kota Yogyakarta. Kota yang lebih fenomenal lagi. Semoga kami bisa melanjutkan petualang di Kota tersebut. Semangaaat :)


Lanjut baca ....