WISATA BANDUNG, KUNO HINGGA MODERN
Jumat, 24 Mei 2013
0
komentar
Woow, Bandung. Kota Spektakuler dengan wisata yang khas, terkenal dengan makanan yang ala ala pasundan, sejarah yang kental dan suhu nya yang dingin padahal Negara kita terkenal dengan iklim Tropisnya. Bandung merupakan tujuan kota yang ingin saya jelajahi dan tentunya secara gratis. Setelah pupus harapan menjelajahi Kota Jogjakarta karna tidak lolos Tahap III Olimpiade Biologi Nasional, saya berharap kali ini bisa menginjakan kaki di Kota Bandung, Kota yang terkenal dengan eneng-eneng serta akang-akangnya yang geulis geulis dan tjakep tersebut.
Destinasi yang membuat saya tertarik dengan Kota yang satu ini adalah Tempat wisata yang mengandung nilai sejarah yakni Tangkuban Perahu. Gunung yang terkenal dengan legenda dayang sumbi dan sangkuriang ini memiliki kualitas pemandangan yang menakjubkan serta suhu udara yang sangat dingin bagi wisatawan yang tinggal di daerah tropis. Tidak lupa juga bau khas berelang yang akan tercium selama berada di Kawasan Wisata yang satu ini. Wisata yang ditawarkan cukup beragam. Jika tidak ingin lelah berkeliling di kawasan spektakuler ini, kita dapat memakai jasa kuda untuk mengelilingi tempat ini. Menunganggi kuda akan menjadi pengalaman pertama saya jika saya kesampean ke sana.
Haus akan wisata sejarah tentang Bandung, saya harus mendatangi Monumen yang dapat bercerita tentang peristiwa pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha yakni Monumen Bandung Lautan Api yang merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang. Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
Next, saya ingin menginjakan kaki ke tempat yang bernama Jalan Asia Afrika. Katanya tempat ini merupakan sebuah kota yang masih berdesign zaman dahulu serta dilengkapi dengan sebuah museum yang menceritakan perjalanan panjang sebuah sejarah dunia yaitu Konferensi Asia Afrika. Tempat ini akan menambah wawasan saya dalam bidang Sejarah terutama yang berhubungan dengan sejarah Konferensi Asia Afrika sendiri. Tempat ini dapat dijangkau dengan menggunakan bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum.
Tempat wisata sejarah selanjutnya adalah Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Museum ini berisikan senjata-senjata yang digunakan pada zaman dahulu. Nama Siliwangi sendiri adalah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kekuasaanya tak terbatas sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalui benda-benda yang ditinggalkannya. Menarik bukan melihat senjata-senjata unik yang hanya ada pada zaman peperangan. Museum ini terletak di Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.
Mau lihat bangunan unik dengan design ala ala Belanda yang anggun mempesona, serta memiliki gaya arsitektur yang unik, dan gigantik, saya harus mengunjungi Gedung Sate Bandung yang merupakan Kantor Gubernur Jawa Barat. Bangunan gedung ini dirancang arsitek Ir J. Berger dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negeri Belanda. Dibutuhkan tenaga hingga 2.000 orang pekerja. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian lebih populer dengan “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen berbentuk jambu air. That’s Unique, Just Bandung Have this guys.
Monumen yang bisa mendongeng tentang perjuangan rakyat Jawa Barat, yuuk cuss harus ke Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate, terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia. Mungkin gara-gara Monumen ini di namakan Perjuangan Rakyat kali ya makanya Monumen ini selalu menjadi titik berkumpulnya massa kalau mau demo.
Kalo udah ke Monumen Sate sama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat nanggung rasanya kalo belum ke Museum Pos Indonesia Bandung. Lokasinya ga jauh-jauh kok dari gedung Sate. Di Museum ini katanya kita dapat melihat koleksi – koleksi perangko dari berbagai Negara. Keren kan, ga perlu jauh-jauh ke luar negeri buat sekedar tahu dan ngelihat perangko yang asli pake mata sendiri.

Kotak Pos (travel.detik.com)
Museum Geologi (travel.detik.com)
Setelah puas menjelejahi wisata sejarah di Kota Bandung, harus kudu wajib datang dan menikmati Trans Studio Bandung yang bertempat di Jalan Gatot Subroto No. 289 Bandung. Habis melihat yang kuno – kuno untuk merawat ingatan tentang sejarah salah satu Kota Indonesia, kemudian bermain di Trans Studio Bandung untuk melihat kecangihan teknologi di era sekarang. Untuk masuk ke Kawasan wisata ini hari Senin – Jum’at kita harus meronggoh kocek sebesar Rp. 150.000,- per orang sedangkan untuk weekend kita harus meronggoh kocek lebih dalam lagi yakni Rp. 250.000,-. Menurut saya itu adalah harga yang standar dibandingkan jika anda ingin memasuki wahana seperti Universal Studio dengan harga hampir Rp.600.000,- per orang. Untunglah saya pernah masuk ke sana dengan gratis. Trans Studio Bandung ini terkenal dan terbesar di dunia dengan 20 wahana permainan fantasis dan bertaraf Internasional. Beberapa hari yang lalu saya baru saja pulang dari Singapore menikmati Wahana bermain Universal Studio yang terkenal Se-Asia Tenggara. Kira-kira apa yang membuat wahana di Trans Studio Bandung memiliki nilai jual lebih terutama di mata masyarakat di Kota Batam ? yang saya tau pasti, Trans Studio Bandung memiliki kawasan yang lebih luas dari Universal Studio. Kemudian Trans Studio Bandung menyajikan wahana-wahana yang lebih bersifat scientist dan edukasi, dimana selain bermain pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan, berbeda dengan Universal Studio yang hanya sekedar have fun.
Peta Trans Studio (www.transstudiobandung.com)
Di Trans Studio Bandung juga kita akan lebih mengenal Budaya Indonesia karna adanya pertunjukkan Tradisional berbasis modern di Kawasan Wisata ini. Hmm, saya jadi tertantang untuk mencoba kawasan theme park milik Indonesia yang satu ini. Semoga tercapai deh. :)







